Kamis, 22 November 2012

TECHNOPREUNERSHIP


USAHA IKAN BAKAR DAN KOLAM PEMANCINGAN

Dharmasraya merupakan sebuah daerah yang baru berkembang, di daerah yang baru berkembang tentu saja peluang membuka sebuah usaha sangatlah besar, karna jenis usaha yang ada di sana tentu belumlah beragam dibandingkan di daerah yang sudah maju, saya melihat usaha yang tepat didarmasraya ini adalah sebuah usaha kuliner yaitu USAHA IKAN BAKAR DISERTAI KOLAM PEMANCINGAN karena karna di dharmasraya semua tempat kuliner sangat ramai di kunjungi  dan orang dharmasya juga banyak yang hobi memancing, dari kalangan anak-anak sampai orang dewasa, kolam-kolam pemancingan yang ada didharmasraya sangat ramai pengunjung nya, karena biasanya di sore hari sesudah  melakukan aktifitas atau pekerjaannya mereka akan menghabiskan waktunya untuk memancing.

Dalam membuka usaha ini kita harus memperhatikan hal-hal  berukut, yaitu :

11       Kita harus memenuhi pelayana primer konsumen
Yaitu : pemuatan barang atau jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang mana lebih dipengaruhi oleh pasar atau konsumen yang dilayani oleh perusahaan bersangkutan. Dalam usaha ini tentu kebutuhan primer yang kita sediakan adalah ikan yang akan dipancing dan kolam pancingan dan tempat pembakarannya serta tempat yang nyaman untuk memakan ikan yang telah siap di bakar tersebut.

22       Pelayanan kolateral

Yaitu : perbedaan antara tujuan primer perusahaan dengan tujuan individu atau kelompok dimana tujuan kolateral akan tercapai bila tujuan primer telah terpenuhi, contohnya: disamping kita mempunyai usaha kolam pemancingan dan tempat pembakaran kita bisa menyediakan berbagai macam minuman, pulsa, alat-alat pemancingan. Karena tujuan kolateral juga terpenuhi pelanggan akan terasa puas dan akan betah di sana

33       Pelayana sekunder

Yaitu :  nilai-nilai yang diperlukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan primer sehingga sumber daya yang ada harus dikelola dengan baik. Disamping pelayanan kolateral pelayanan sekunder juga sangat mendudukung karna  tempat, keramahan pedagang, atau keramahan karyawan itu sangat mendukung, apabila pelanggan merasa termewahkan maka penghasilan dari usaha yang kita buka akan berkembang dengan baik.


Manajemen usaha yang baik
Yatu: suatu proses untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya sasaran yang dicapai berupa :
A.      Perencanaan
  Yaitu : langkah awal dari suatu fungsi manajemen yng menjadi sutu pedoman    pelaksanaan kerja bentuk-bentunya yaitu : sasaran, kebijakan, strategi prosedur, aturan dan  program dalam usaha ini.
B.      Pengorganisasaian
Yatu : suatu roses penciptaan hubungan antara berbagai fungsi personalia dan faktor-fakator fisik agar semua pekerjaan  yang dilakukan dapat bermamfaaat dan terarah pada tujuan
C.      Pengkoordinasian
Yatu ; proses pengintegrasian  tujun dan aktifitas unit-unit yang yang terpisah dalam suatu perusaan untuk mencapai tujuan yang elah ditetapkan yang bermanfaan untuk efesien pekeraan, suasana kerja, kesatuan tujuan , menghindari konflik dan adanya kesatuan siakap.

D.      Pengendalian
Yaitu : aktifitas untuk menentukan mengoreksi adanya penyimpangan-penyimangan dari hasil yang telah dicapai dibandingkan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan. Adapun  proses pengendalian yaitu :
  • Menetapkan standar dan metode
  •  Mengukur prestasi kerja
  • Menentukan prestasi kerja yang sesuai standar
  • Mengambil tintandakan korektif atau mengoreksi.
Selengkapnya...

SYUKUR DAN SHABAR

Alhamdulillah setiap puji hanyalah milik Alloh pemilik segenap pujian, shalawat semoga tersampaikan kepada khoirul anam Rasulullah al-musthafa saw. Tidak ada satupun kejadian bahkan jatuhnya selembar daun kecuali ada dalam lingkup ilmu Alloh ta’ala. Tidak ada satu kejadianpun kecuali semuanya telah tertulis di lauh mahfudz, meski demikian Alloh Maha Bijaksana dengan memberikan kepada manusia kemampuan akal dan ikhtiyar jasadi dan ruhani untuk bisa sampai kepada suatu peristiwa dengan tetap memiliki nilai ibadah di hadapan Alloh ta’ala. Karena itulah Alloh mengatakan bahwa tidak ada satupun peristiwa kecuali BAIK bagi manusia. Artinya tidak ada satupun kejadian pada kehidupan manusia kecuali bisa menjadi sarana dirinya berkhidmat, beribadat kepada-Nya. ’ala kulli hal ketika manusia mampu memahami hal ini, maka tidaklah kepedihan akan mengguncangkan ruhaninya, tidak satupun kegembiraan akan mampu melalaikan dirinya, segala yang terjadi akan senantiasa menjadi media bagi dirinya dalam taqarub ‘ala – l-lah.

Syukur dan shabar, sesungguhnya adalah dua sisi dari mata uang yang sama, tidak ada satupun peristiwa yang terjadi kecuali di dalamnya manusia dituntut untuk bisa bersyukur dan bershabar. Syukur dalam arti selalu ada sisi kebaikan pada setiap peristiwa, dan shabar karena senantiasa ada sisi ancaman pada setiap peristiwa. Karena dalam kehidupan manusia di dunia tidaklah ada kebaikan mutlak dan kejelekan mutlak, akan tetapi keduanya bergabung menjadi satu pada setiap moment kehidupan manusia. Siapa yang bisa mengatakan bahwa SAKIT adalah kejelekan mutlak, bukankah jika dengan SAKIT maka berguguran dosa manusia seperti bergugurannya daun di musim gugur adalah sebuah kebaikan ??? Dengan demikian, dalam SAKIT ada kebaikan dan kejelekan, ada yang harus di syukuri dan ada yang harus dihadapi dengan keshabaran. Demikian juga dengan SEHAT, itu bukanlah kebaikan mutlak, karena dengan SEHAT manusia juga bisa lalai dari mengingat Alloh, sehingga dalam SEHAT juga manusia dituntut untuk shabar dan syukur. Karenanya dalam pemikiran saya, yang harus dibenahi adalah bagaimana manusia mampu melihat dan memahami bahwa seluruh perjalanan hidupnya mustilah berisi jalinan syukur dan shabar.

Terkait fenomena yang dialami, ada beberapa hal yang harus dibenahi :

1. BELUM ADA KESAMAAN TITIK PANDANG

Dalam memahami sesuatu yang mungkin secara istilah SAMA, keluarga sakinah, mawadah wa rahmah, furqon, dlsb secara istilah sama, akan tetapi pemaknaan terhadap istilah istilah tersebut kadang beragam. Apalagi ketika kemudian diturunkan dalam dataran yang sifatnya praktis di kehidupan keseharian, sehingga sangat dimungkinkan bagi seseorang sikap tertentu adalah wujud dari dimilikinya furqon, bagi yang lain justru satu sikap yang konyol dan kekanak kanakan !!!! Sebagian akan memandang satu kondisi adalah mawadah, rahmah, dan sakinah bagi yang lain hanyalah sebuah romantisme, permainan rasa dan naluriah semata !!! Pada kondisi semacam ini saya kira harus ada kemauan dan keberanian untuk mencoba mendiskusikan istilah istilah yang sudah lazim terdengar akan tetapi memiliki makna yang sangat beragam. Pada titik inilah ada persoalan kedua yaitu :

2. BELUM TERJALIN KOMUNIKASI POSITIF

Yang dimaksud adalah bagaimana sebuah jalinan interaksi kemunikasi yang positif dan tidak negatif, komunikasi yang bisa mendekatkan dan bukannya malah menjauhkan. Komunikasi positif hanyalah bisa terjalin ketika berawal dari dorongan kesadaran untuk mencoba mau berdialog, tidak menutup diri, mau berbagi dan tidak bersikukuh dengan sudut pandang pribadi. Mau mencoba untuk memahami dan mengerti apa yang menjadi pemikiran yang lain, dan mau mengkomunikasikan yang dipahami disertai kesiapan untuk menerima koreksi jika ada kesalahan. AWALI DARI DIRI SENDIRI !!!

Seringkali sebuah komunikasi yang positif bisa terjalin jika berawal dari suasana yang positif, pandai pandailah melihat momentum positif tersebut, jeli melihat waktu kapan mengkomunikasikan, dan tidak terburu buru menharapkan adanya perubahan. Ada kalanya perubahan terjadi setelah waktu yang sangat panjang terlampaui, pada kondisi tersebut MUTLAK dituntut adanya keshabaran dalam menjalaninya, ingatlah bahwa waktu yang dilalui itu TIDAK SIA SIA karena PASTI akan menjadi nilai bakti kita di hadapan Alloh ta’ala.

Komunikasi yang positif bukanlah ADU ARGUMENTASI, tetapi bagaimana dampak komunikasi pada perubahan yang terjadi ke arah yang lebih baik. Bantahan, penolakan, kadang bukan merupakan KETIDAKSETUJUAN tetapi lebih merupakan naluriah untuk MENGURANGI BEBAN pengakuan akan sebuah KESALAHAN. BIJAKSANALAH mensikapi hal seperti itu !!!!!

Pada titik inilah dimungkinkan ada persoalan yang menjadi hambatan dalam menjalin sebuah komunikasi positif, yaitu :

3. TERLALU MENUNTUT SEBUAH IDEALISME DIRI

Sebenarnya merupakan sebuah KEWAJARAN ketika kita dengan pemahaman tertentu menginginkan adanya sebuah kondisi IDEAL sesuai dengan pemahaman kita terhadap sesuatu, akan tetapi ketika keinginan tersebut berubah menjadi sebuah TUNTUTAN yang MESTI SEGERA terjadi maka yang muncul adalah sebuah KEGELISAHAN. Tanpa sadar kita terjebak dalam sebuah situasi PEMAKSAAN keinginan –meski keinginan tersebut bukan sesuatu yang salah- tanpa mau mengerti dan memahami kondisi yang dilalui.

Pedahal di lain sisi kita juga memahami bahwa sebuah perubahan hanyalah akan terjadi manakala terjadi hubungan SINERGIS antara pemikiran yang melahirkan PEMAHAMAN, menumbuhkan KEYAKINAN, baru kemudian memberikan dorongan JASADI untuk berbuat sesuai dengan KEYAKINANNYA tersebut.

Terakhir ada ungkapan dari seorang ‘ulama : Alloh itu Maha Rahman, maka belajarlah mencerap asma Alloh tersebut dengan cara belajar MENATAP sesuatu dengan TATAPAN RAHMAT dan BUKAN dengan TATAPAN LAKNAT . . .

MINTA –dengan do’a- kepada Alloh, YAKINI bahwa yang kita minta PASTI DIBERIKAN, JALANI proses menuju yang kita minta dengan SIKAP OPTIMIS dan PANDANGAN POSITIF . . . Insya Alloh dengan demikian keseluruhan kehidupan kita akan SAKINAH . . . PENUH BERKAH dan RAHMAH . . . wallahu’alam.


Selengkapnya...

Rabu, 15 Februari 2012

Salam Jo Sambah

Kapado niniak mamak yang gadang basa batuah, nan arih bijaksano,ka pai tampek batanyo, ka pulang tampek babarito. Hukumnyo adia, katonyo bana. lupo maingekan, kok takalok manjagokan. Nan bak umpamo kayo gadang di tangah koto. Pucuaknyo cewang ka langik. Urek nan buliah tampek baselo, batang gadang tampek basanda. Dahan kuek buliah bagantung, daun rimbun buliah balinduang. Tampek balinduang kapanehan, tampek bataduah kahujanan. ayia janiah buliah diminum, buah labek dapek dimakan.

Kok mauji samo sirah, manimbang samo barek, maukua samo panjang, mambilai samo laweh, mambagi samo adia, baragiah samo banyak. Timbangan nan adia, bungka bagatok, taraju nan piawai. Kusuik ka manyalasai, karuah mampajaniah. Tibo di mato indak dipiciangan, tibo di paruik indak dikampihan, tibo di dado indak dibusuangan.
"Sambah sujuik sambah tasimpuah , sabarek bungka nan piawai, indak basibak jo basisie, bukan bahinggo jobabateh.ampunkan juo diri ambo..


Kaampek suku dinagari, nan manjunjuang sako adat, bilal, maulana jo tuangku, nan tahu dihalal jo nan haram, sarato sah jo nan batua, suluah dendang adat limbago.
Hulu balang jo ampang limo, jo manti pagawai adat, nan bak umpamo pagaran kokoh.
Cadiak jo tahu pandai, nan arief bijaksano, tahu diangin nan basuruik, tahu diombak nan basambuang, sarato dahan kamaimpok, runciang kamancucuak, tahu dialamaik kato sampai, alun bakilek lah bakalam, takilek ikan dalam aiei, ikan takilek jalo tibo, tantu jantan batinonyo."Sambah sujuik sambah tasimpuah , sabarek bungka nan piawai, indak basibak jo basisie, bukan bahinggo jobabateh."rilah jo maaf hambo pintak...


Nan mudo pambimbiang dunie, nan capek kaki ringan tangan, capek kaki indak panaruang, capek tangan indak mamacah, aso tarantang duo sudah, nan bahati suci bamungko janieh, nan tahu dimalu jo sopan, sarato raso jo pareso, ancang ancang dalam nagari. Sarato kapado bundo kanduang, limpapeh rumah nan gadang, sumarak dalam nagari hiasan dalam kampuang, nan gadang basa batuah, kaundang-undang ka Madinah, kapayuang panji kasarugo.rilah jo maaf hambo pintak.


Sarato jo urang banyak, nan tidak baimbau namo sarato basabuik gala, nan dilingkuang barieh jo balabeh, didalam cupak jo gantang, dikanduang adat jo pusako. Ujuik tujuan buah rundiang, sakiro paham dikahandaki, bahubung jo maso nan ditampuah, musim nan tumbuah iko kini, syariatnyo ado bahakikat, Lahieh kulik manganduang isi. Lahieh manjadi buah ama, dek enggeran sako nan tatagak, Koto aman alam santoso, salamaik korong jo kampuang, nak aman anak kamanakan. Dunia buliah akhirat dapek, sinan mardeko mangkonyo panuah. curai jo paparan, bukan mahunjuak maajari. rilah jo maaf hambo pintak.

Dek rang mudo nan jolong gadang, Aka balun pandapek kurang, Pangalaman jauh sakali. Koksalah tolong tunjuak kan, Kok karuah tolong janiah kan, kok anyuik tolong pinteh kan, Buliah nan kalam nak nyo tarang,
Selengkapnya...

Rabu, 20 Mei 2009

8 HADIAH ISTIMEWAH


Bicara soal hadiah....!!!

Pernah ngase hadiah sama orang yang kita sayangi..??

Orang tua, sodara, sahabat, anak, istri, suami, atau kekasih yang anda sayangi, atau mungkin seseorang yang meski tidak terlalu sering, bahkan tidak pernah kita temui, tetapi tetap kita sayangi.8 HaDiaH iSTiMeWa

Seringkali hadiah yang bermakna bukanlah sebentuk materi yang seringkali tidak melahirkan kehangatan dalam jiwa si penerima. Sesungguhnya ada 8 hadiah yang tidak mahal karena tidak harus dibeli dengan uang, tetapi juga tidak murah karena tidak setiap orang bisa memilikinya, apalagi memberikannya kepada orang yang disayangi.

Jika kita mampu memberikan 8 hadiah ini, yakinlah, hadiah ini akan memberikan kehangatan dan rasa nyaman dalam hati orang yang kita sayangi :

1. KeHaDiRaN

Kehadiran orang yang dikasihi adalah hadiah yang tak ternilai harganya, kalaupun tidak dalam wujud sosok diri, paling tidak sapaan di telp, surat elektronik yang dikirimkan, atau apapun juga wujudnya yang bisa mewakili keberadaan kita.

Akan tetapi, kehadiran yang utuh, jasmani dan ruhani kita di sisi orang yang dikasihi jauh lebih memiliki arti, karena dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara utuh. Jadikan kehadiran kita sebagai hadiah istimewa bagi orang yang kita sayangi ...

hemmmm betapa sulit memberikan hadiah ini.

2. KeSeDiaAN uNTuK MeNDeNGaR

Sedikit sekali orang yang bisa memberikan hadiah ini,kebanyakan orang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan.

Perhatian yang tercurah pada setiap tutur kata yang diucapkan oleh orang yang kita sayangi, secara langsung telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati.

Tatap wajahnya, tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi, biarkan dia menuntaskan pembicarannya, ini dapat membantu kita memberikan tanggapan yang tepat setelah itu, tidak perlu berupa diskusi, sekedar ucapan terima kasih akan terdengar manis bagi dirinya.

3. DiAM

Seperti kata kata, diam juga adalah kekuatan, Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang.

Tapi lebih dari itu, diam juga bisa menunjukkan kecintaan, karena dengan diam kita telah memberikan ruang. Terlebih jika sehari hari kita gemar menasehati, mengatur, mengkritik, marah marah dan mengomeli.

4. MeMBeRi RuaNG

Mencintai seseorang, bukan berarti memberi kita hak untuk memiliki atau mengatur sepenuhnya kehidupan dirinya. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu
mengekangnya ??

Maknanya bukan dalam arti “bebas berbuat semaunya” akan tetapi dalam arti memberikan kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas sesuatu yang diputuskan
dan dilakukan !!

Cukup sulit untuk bisa memberikan hadian ini, karena terkadang rasa sayang berbalut dengan egoisme diri untuk memiliki dan menguasai.

Berbahagialah jika mampu memberikan hadiah ini, dan bersyukurlah jika telah menerima hadiah ini, jagalah jangan sampai hadiah bermakna ini menjadi malapetaka karena kelalaian dalam menjaganya.

5. MeNJaGa KeiNDaHaN

Siapa yang tidak bahagia, jika tiba” orang yang kita sayangi nampak lebih cantik dan tampan ?? Tampil cantik dan rupawan merupakan hadiah yang istimewa –jadi inget iklan Ponds age miracle- mungkin dalam konteks ini iklan itu berbicara hehehe

Di atas semuanya itu, keindahan watak, kebajikan dalam sikap, adalah keindahan yang sangat menakjubkan, karena itu semua lahir dari keindahan hati dan pemikiran.

6. TaNGGaPaN PoSiTiF

Tanpa disadari, seringkali kita memberikan tanggapan negatif terhadap tindakan atau pemikiran orang yang kita sayangi, seringkali tanggapan tersebut di balut dengan alasan “ini adalah wujud kasih sayang”, tetapi cobalah untuk jujur mengakui, benarkah demikian ??

Berapa kali dalam seminggu kita mengucapkan terima kasih, atas segala yang dilakukan orang yang kita cintai ?? Atau malah lebih sering mengkritiknya dengan alasan untuk kebaikan dirinya ??

Ingat ingat juga, pernahkah kita ungkapkan pujian dengan jelas dan tulus kepada orang yang kita cintai ?? Atau malah lebih sering memojokannya dengan mengekploitir kekurangan dirinya ??

Ucapan terima kasih dan pujian juga permintaan maaf, semuanya adalah sebentuk tanggapan positif, dan itu adalah hadiah yang sangat istimewa untuk orang yang kita
sayangi.

7. KeSeDiaAN MeNGaLaH

Tidak setiap masalah layak menjadi bahan pertengkaran, apalagi pertengkaran yang memuncak sampai kepada kondisi patah arang. Betapa sering pertengkaran terjadi hanya karena masalah sepele, salah persepsi, salah interpretasi, dan kurangnya komunikasi. Kadang, pertengkaran terjadi karena ketidak siapan untuk mengalah, bukankah jika demikian kita telah melakukan penindasan ???

Kesediaan untuk mengalah sesungguhnya dapat melunturkan sakit hati, dan mengajak menyadari bahwa tidak ada manusia sempurna yang luput dari khilaf dan lupa.

8. dan SeNYuMaN

Percaya atau tidak, senyuman yang tulus adalah sebuah kekuatan, bisa menjadi pencair kebekuan, pencerah suasana kemuraman, dan obat penenang hati yang
dilanda kegundahan. Senyuman juga sebuah isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita.

Kapan terakhir kita memberikan senyuman tulus pada orang yang kita sayangi ???


“Sudahkah delapan hadiah itu anda berikan kepada orang yang anda sayangi ???”
Jika sudah bersyukurlah, karena anda telah memberikan kehangatan, kenyamanan, dan ketenangan kepada orang yang anda sayangi.

Jika belum, berikanlah sesegera mungkin, karena kadang ada “keadaan” yang memaksa kita tidak bisa memberikan delapan hadiah tersebut secara utuh, bagaimanapun besarnya rasa sayang kita pada dirinya !!! Bukan karena kita tidak ingin memberikannya, akan tetapi ada “kondisi” yang memaksa kita tidak bisa memberikan 8 hadiah tersebut secara utuh.

... Jujur aja saya sendiri juga belum mampu ngasih hadiah ini secara utuh...


Wassalam....

Selengkapnya...

CiNta buaKan MISTER


Disini saya CoBa mengambil CoNToh dari pasangan yang sudah menikah. namun biasanya terjadi pada SEMUA ikatan.

Ada sebuah pertanyaan yang sangat lumrah terlontarkan dari pasangan yang sudah menikah, “Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?”

Inilah jawabannya !

SETIAP ikatan memiliki siklus. Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telepon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Ngga perlu berbuat apapun. Makanya dikatakan “jatuh” cinta !
Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta”
Bayangkan ekspresi tersebut !
Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda. Jatuh cinta itu mudah. Sesuatu yang pasif dan spontan.

Tapi?
Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar, perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan. Perlahan tapi pasti.. telepon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada…

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya. Dan pada situasi inilah pertanyaan “Did I marry the right person ?” mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..
Nah lho !
Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.

Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?

Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar. Berbagai macam cara, bentuk, dan ukuran untuk pelampiasan ini. Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.
Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya,
hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-
hal yang menyolok lainnya.

Tapi tau ngga ?!

Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya
ada didalam pernikahan itu sendiri.

Selingkuh ??

Ya mungkin itu jawabannya.

Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, Anda bisa selingkuh !!!! Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik. Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).

Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah. Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.

Itu adalah siklus…

Kunci sukses pernikahan bukanlah menemukan orang yang tepat, namun Bagaimana belajar mencintai orang yang anda temukan dan terus menerus

Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan, Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi ! Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya. Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari. Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik .

Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.

Cinta bukanlah MISTERI

Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar. Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya. Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.

Ini merupakan reaksi sebab akibat.

Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa “MEMBUAT” cinta, bukannya “JATUH”. Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN ..!

Wassalam...
iswandi.chaniago@gmail.com

Selengkapnya...

KeCiL DaN BeSaR HaNYa aDa DaLaM PiKiRaN

Ahhh itu sih hal kecil ……… Adakah hal kecil itu ???
Sekuntum bunga Edelweis yang tumbuh di lereng gunung, mungkin hal kecil bagi penduduk sekitar. Namun Tidak bagi seorang pendaki gunung yang memetik dan memajang di mejanya sebagai cindera mata petualangan dan keberanian.

Wahhh itu hal besar ……. Adakah hal besar itu ???
Persoalan putus cinta mungkin hal terberat bagi seorang gadis yang membuatnya hilang kesadaran. Namun tidak bagi pasangan yang telah menempuh perjalanan hidup yang panjang berliku. JaDi seberapa besarkah hal kecil dan seberapa kecilkah
hal besar itu ?? Dimanakah letaknya alat ukur nilai besar dan kecil ??


Semuanya ada dalam alam pikiran kita, Besar, Kecil, Penting, Sepele sesuatu hal sebanding dengan seberapa besar dan kecilnya “ke-AKU-an” kita memandangnya. Apa yang ada dihadapan adalah mengalir, melintas apa adanya jika kita melihat secara apa adanya. Maka tidaklah perlu ada kecemasan, ketakutan, atau bahkan keinginan untuk sebuah kehormatan.


BeLaJaR DaRi KeSaLaHaN

Bila kita melakukan sesuatu, ada kemungkinan kita melakukan kesalahan. Bila kita membuat kesalahan, maka sesungguhnya itu adalah sebuah kesempatan untuk belajar sesuatu. Akui kesalahan tersebut, dan pelajari secara mendalam, lalu jawablah kesalahan tersebut. Dengan mengenal yang salah, maka sesungguhnya kita dibantu menemukan yang benar.

Orang yang berbakat sukses adalah orang yang mau belajar bahkan dari kesalahan sekalipun. Bila kita membuat kesalahan, hal yang terbaik adalah mengumpulkan kembali kepingan yang berserak dan memperhatikan bagaimana hal itu bisa terjadi. Dari situlah kita bisa menemukan sebuah kebenaran.

KeSaLaHaN aDaLaH MeDia BeLaJaR

Tom Watson, pendiri IBM, tahu persis nilai sebuah kesalahan. Suatu saat, seorang pegawai membuat sebuah kesalahan yang menimbulkan kerugian besar bagi IBM. Sang pegawai dipanggil ke kantor Watson, pegawai itu kemudian berkata : “anda pasti menghendaki saya mengundurkan diri”. Tom Watson menjawab : “anda pasti bercanda, saya baru saja menghabiskan 10 juta dolar untuk mendidik anda, bagaimana bisa saya meminta anda mengundurkan diri”.

Orang yang berbuat salah kemudian menyadari dan memperbaikinya, jauh lebih baik daripada orang yang berbuat benar kemudian menyombongkan dirinya
(Nabi Suci Muhammad SAW)



Selengkapnya...

JiKa NaBi SuCi DaTaNG Ke RuMaHMu

Jika Nabi Muhammad datang ke rumahmu,
untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu,
tanpa khabar sebelumnya.
Apakah yang akan kamu lakukan untuknya ???


Apakah kamu akan sembunyikan buku duniamu ?
Lalu kamu keluarkan kitab Hadits dari rak bukumu dengan cepat
Atau kamu akan sembunyikan majalah majalahmu,
dan kamu hiasi mejamu dengan Al-Qur-an yang sudah berdebu
Akankah masih kamu saksikan film XXX di TV ?
Atau kamu cepat matikan sebelum Sang Nabi melihatnya
Maukah kamu ajak Sang Nabi mengunjungi tempat yang biasa kamu kunjungi ?
Atau dengan cepat kamu ganti rencanamu ?

Akankah kamu bahagia jika Nabi memperpanjang kunjungannya,
Atau malah tersiksa karena banyak yang harus kamu sembunyikan darinya ?
Jika Nabi ingin menyaksikan,
Akankah kamu tetap mengerjakan pekerjaan sehari hari yang biasa kamu lakukan ?
Akankah kamu berkata kata seperti yang sehari hari kamu katakan ?
Akankah kamu jalankan sewajarnya hidupmu seperti ketika Nabi tidak ada di rumahmu ?

Sangatlah menarik untuk tahu
Apakah yang akan kamu lakukan
Jika Sang Nabi Suci tiba tiba mengetuk pintu rumahmu

Setidak nya kamu bisa bayangkan,danpikirkan hal ini....!!!


Selengkapnya...

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP