<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1624481374214074175</id><updated>2011-10-31T15:31:59.731-07:00</updated><title type='text'>Lintasan Pemikiran</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624481374214074175/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Iswandi Chaniago</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16091217729535360880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_1TZe_4-usMI/ShHh6lyftwI/AAAAAAAAAAM/_dbvPUwHq1M/S220/wandi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1624481374214074175.post-3282993159034047632</id><published>2009-05-20T15:27:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T15:52:57.641-07:00</updated><title type='text'>8 HADIAH ISTIMEWAH</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: times new roman;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1TZe_4-usMI/ShSEGFu20pI/AAAAAAAAABQ/0dR8eP0M5vY/s1600-h/11111.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 277px; height: 230px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1TZe_4-usMI/ShSEGFu20pI/AAAAAAAAABQ/0dR8eP0M5vY/s400/11111.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338036698493670034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal hadiah....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ngase hadiah sama orang yang kita sayangi..??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Orang tua, sodara, sahabat, anak, istri, suami, atau kekasih yang anda sayangi, atau mungkin seseorang yang meski tidak terlalu sering, bahkan tidak pernah kita temui, tetapi tetap kita sayangi.8 HaDiaH iSTiMeWa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seringkali hadiah yang bermakna bukanlah sebentuk materi yang seringkali tidak melahirkan kehangatan dalam jiwa si penerima. Sesungguhnya ada 8 hadiah yang tidak mahal karena tidak harus dibeli dengan uang, tetapi juga tidak murah karena tidak setiap orang bisa memilikinya, apalagi memberikannya kepada orang yang disayangi.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mampu memberikan 8 hadiah ini, yakinlah, hadiah ini akan memberikan kehangatan dan rasa nyaman dalam hati orang yang kita sayangi :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;1. KeHaDiRaN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran orang yang dikasihi adalah hadiah yang tak ternilai harganya, kalaupun tidak dalam wujud sosok diri, paling tidak sapaan di telp, surat elektronik yang dikirimkan, atau apapun juga wujudnya yang bisa mewakili keberadaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, kehadiran yang utuh, jasmani dan ruhani kita di sisi orang yang dikasihi jauh lebih memiliki arti, karena dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara utuh. Jadikan kehadiran kita sebagai hadiah istimewa bagi orang yang kita sayangi ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hemmmm betapa sulit memberikan hadiah ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;2. KeSeDiaAN uNTuK MeNDeNGaR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit sekali orang yang bisa memberikan hadiah ini,kebanyakan orang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian yang tercurah pada setiap tutur kata yang diucapkan oleh orang yang kita sayangi, secara langsung telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatap wajahnya, tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi, biarkan dia menuntaskan pembicarannya, ini dapat membantu kita memberikan tanggapan yang tepat setelah itu, tidak perlu berupa diskusi, sekedar ucapan terima kasih akan terdengar manis bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;3. DiAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata kata, diam juga adalah kekuatan, Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lebih dari itu, diam juga bisa menunjukkan kecintaan, karena dengan diam kita telah memberikan ruang. Terlebih jika sehari hari kita gemar menasehati, mengatur, mengkritik, marah marah dan mengomeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;4. MeMBeRi RuaNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai seseorang, bukan berarti memberi kita hak untuk memiliki atau mengatur sepenuhnya kehidupan dirinya. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu&lt;br /&gt;mengekangnya ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya bukan dalam arti “bebas berbuat semaunya” akan tetapi dalam arti memberikan kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas sesuatu yang diputuskan&lt;br /&gt;dan dilakukan !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sulit untuk bisa memberikan hadian ini, karena terkadang rasa sayang berbalut dengan egoisme diri untuk memiliki dan menguasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah jika mampu memberikan hadiah ini, dan bersyukurlah jika telah menerima hadiah ini, jagalah jangan sampai hadiah bermakna ini menjadi malapetaka karena kelalaian dalam menjaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;5. MeNJaGa KeiNDaHaN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak bahagia, jika tiba” orang yang kita sayangi nampak lebih cantik dan tampan ?? Tampil cantik dan rupawan merupakan hadiah yang istimewa –jadi inget iklan Ponds age miracle- mungkin dalam konteks ini iklan itu berbicara hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas semuanya itu, keindahan watak, kebajikan dalam sikap, adalah keindahan yang sangat menakjubkan, karena itu semua lahir dari keindahan hati dan pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;6. TaNGGaPaN PoSiTiF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disadari, seringkali kita memberikan tanggapan negatif terhadap tindakan atau pemikiran orang yang kita sayangi, seringkali tanggapan tersebut di balut dengan alasan “ini adalah wujud kasih sayang”, tetapi cobalah untuk jujur mengakui, benarkah demikian ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa kali dalam seminggu kita mengucapkan terima kasih, atas segala yang dilakukan orang yang kita cintai ?? Atau malah lebih sering mengkritiknya dengan alasan untuk kebaikan dirinya ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat ingat juga, pernahkah kita ungkapkan pujian dengan jelas dan tulus kepada orang yang kita cintai ?? Atau malah lebih sering memojokannya dengan mengekploitir kekurangan dirinya ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan terima kasih dan pujian juga permintaan maaf, semuanya adalah sebentuk tanggapan positif, dan itu adalah hadiah yang sangat istimewa untuk orang yang kita&lt;br /&gt;sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;7. KeSeDiaAN MeNGaLaH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak setiap masalah layak menjadi bahan pertengkaran, apalagi pertengkaran yang memuncak sampai kepada kondisi patah arang. Betapa sering pertengkaran terjadi hanya karena masalah sepele, salah persepsi, salah interpretasi, dan kurangnya komunikasi. Kadang, pertengkaran terjadi karena ketidak siapan untuk mengalah, bukankah jika demikian kita telah melakukan penindasan ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesediaan untuk mengalah sesungguhnya dapat melunturkan sakit hati, dan mengajak menyadari bahwa tidak ada manusia sempurna yang luput dari khilaf dan lupa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;8. dan SeNYuMaN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya atau tidak, senyuman yang tulus adalah sebuah kekuatan, bisa menjadi pencair kebekuan, pencerah suasana kemuraman, dan obat penenang hati yang&lt;br /&gt;dilanda kegundahan. Senyuman juga sebuah isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan terakhir kita memberikan senyuman tulus pada orang yang kita sayangi ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahkah delapan hadiah itu anda berikan kepada orang yang anda sayangi ???”&lt;br /&gt;Jika sudah bersyukurlah, karena anda telah memberikan kehangatan, kenyamanan, dan ketenangan kepada orang yang anda sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika belum, berikanlah sesegera mungkin, karena kadang ada “keadaan” yang memaksa kita tidak bisa memberikan delapan hadiah tersebut secara utuh, bagaimanapun besarnya rasa sayang kita pada dirinya !!! Bukan karena kita tidak ingin memberikannya, akan tetapi ada “kondisi” yang memaksa kita tidak bisa memberikan 8 hadiah tersebut secara utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;... Jujur aja saya sendiri juga belum mampu ngasih hadiah ini secara utuh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wassalam....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1624481374214074175-3282993159034047632?l=iswandichaniago.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/feeds/3282993159034047632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1624481374214074175&amp;postID=3282993159034047632&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624481374214074175/posts/default/3282993159034047632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624481374214074175/posts/default/3282993159034047632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/2009/05/pernah-ngase-hadiah-sama-orang-yang.html' title='8 HADIAH ISTIMEWAH'/><author><name>Iswandi Chaniago</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16091217729535360880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_1TZe_4-usMI/ShHh6lyftwI/AAAAAAAAAAM/_dbvPUwHq1M/S220/wandi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1TZe_4-usMI/ShSEGFu20pI/AAAAAAAAABQ/0dR8eP0M5vY/s72-c/11111.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1624481374214074175.post-2509442314010070209</id><published>2009-05-20T14:53:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T15:04:16.626-07:00</updated><title type='text'>CiNta buaKan MISTER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1TZe_4-usMI/ShR-ARfjaRI/AAAAAAAAABA/g4KHUISRBwI/s1600-h/4269_1010093868921_1722221412_17288_5466697_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1TZe_4-usMI/ShR-ARfjaRI/AAAAAAAAABA/g4KHUISRBwI/s320/4269_1010093868921_1722221412_17288_5466697_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338030001501726994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Disini saya CoBa mengambil CoNToh dari pasangan yang sudah menikah. namun biasanya terjadi pada SEMUA ikatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah pertanyaan yang sangat lumrah terlontarkan dari pasangan yang sudah menikah, “Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Inilah jawabannya !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETIAP ikatan memiliki siklus. Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telepon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Ngga perlu berbuat apapun. Makanya dikatakan “jatuh” cinta !&lt;br /&gt;Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta”&lt;br /&gt;Bayangkan ekspresi tersebut !&lt;br /&gt;Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda. Jatuh cinta itu mudah. Sesuatu yang pasif dan spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tapi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar, perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan. Perlahan tapi pasti.. telepon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya. Dan pada situasi inilah pertanyaan “Did I marry the right person ?” mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nah lho !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar. Berbagai macam cara, bentuk, dan ukuran untuk pelampiasan ini. Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.&lt;br /&gt;Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya,&lt;br /&gt;hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-&lt;br /&gt;hal yang menyolok lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tapi tau ngga ?!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya&lt;br /&gt;ada didalam pernikahan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selingkuh ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya mungkin itu jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, Anda bisa selingkuh !!!! Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik. Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah. Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Itu adalah siklus…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kunci sukses pernikahan bukanlah menemukan orang yang tepat, namun Bagaimana belajar mencintai orang yang anda temukan dan terus menerus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan, Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi ! Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya. Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari. Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cinta bukanlah MISTERI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar. Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya. Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ini merupakan reaksi sebab akibat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa “MEMBUAT” cinta, bukannya “JATUH”. Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN ..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam...&lt;br /&gt;iswandi.chaniago@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1624481374214074175-2509442314010070209?l=iswandichaniago.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/feeds/2509442314010070209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1624481374214074175&amp;postID=2509442314010070209&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624481374214074175/posts/default/2509442314010070209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624481374214074175/posts/default/2509442314010070209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/2009/05/cinta-buakan-mister_20.html' title='CiNta buaKan MISTER'/><author><name>Iswandi Chaniago</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16091217729535360880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_1TZe_4-usMI/ShHh6lyftwI/AAAAAAAAAAM/_dbvPUwHq1M/S220/wandi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1TZe_4-usMI/ShR-ARfjaRI/AAAAAAAAABA/g4KHUISRBwI/s72-c/4269_1010093868921_1722221412_17288_5466697_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1624481374214074175.post-2134531568898543220</id><published>2009-05-20T12:30:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T15:58:37.245-07:00</updated><title type='text'>KeCiL DaN BeSaR HaNYa aDa DaLaM PiKiRaN</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;Ahhh itu sih hal kecil ……… Adakah hal kecil itu ???&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;Sekuntum bunga Edelweis yang tumbuh di lereng gunung, mungkin hal kecil bagi penduduk sekitar. Namun Tidak bagi seorang pendaki gunung yang memetik dan memajang di mejanya sebagai cindera mata petualangan dan keberanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahhh itu hal besar ……. Adakah hal besar itu ???&lt;br /&gt;Persoalan putus cinta mungkin hal terberat bagi seorang gadis yang membuatnya hilang kesadaran.  Namun tidak bagi pasangan yang telah menempuh perjalanan hidup yang panjang berliku. JaDi seberapa besarkah hal kecil dan seberapa kecilkah&lt;br /&gt;hal besar itu ?? Dimanakah letaknya alat ukur nilai besar dan kecil ??&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:130%;" class="fullpost"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya ada dalam alam pikiran kita, Besar, Kecil, Penting, Sepele sesuatu hal sebanding dengan seberapa besar dan kecilnya “ke-AKU-an” kita memandangnya. Apa yang ada dihadapan adalah mengalir, melintas apa adanya jika kita melihat secara apa adanya.  Maka tidaklah perlu ada kecemasan, ketakutan, atau bahkan keinginan untuk sebuah kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BeLaJaR DaRi KeSaLaHaN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita melakukan sesuatu,  ada kemungkinan kita melakukan kesalahan. Bila kita membuat kesalahan, maka sesungguhnya itu adalah sebuah kesempatan untuk belajar sesuatu.  Akui kesalahan tersebut, dan pelajari secara mendalam, lalu jawablah kesalahan tersebut.  Dengan mengenal yang salah, maka sesungguhnya kita dibantu menemukan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berbakat sukses adalah orang yang mau belajar bahkan dari kesalahan sekalipun. Bila kita membuat kesalahan, hal yang terbaik adalah mengumpulkan kembali kepingan yang berserak dan memperhatikan bagaimana hal itu bisa terjadi. Dari situlah kita bisa menemukan sebuah kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KeSaLaHaN aDaLaH MeDia BeLaJaR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tom Watson, pendiri IBM, tahu persis nilai sebuah kesalahan.  Suatu saat, seorang pegawai membuat sebuah kesalahan yang menimbulkan kerugian besar bagi IBM. Sang pegawai dipanggil ke kantor Watson, pegawai itu kemudian berkata : “anda pasti menghendaki saya mengundurkan diri”. Tom Watson menjawab : “anda pasti bercanda, saya baru saja menghabiskan 10 juta dolar untuk mendidik anda, bagaimana bisa saya meminta anda mengundurkan diri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berbuat salah kemudian menyadari dan memperbaikinya, jauh lebih baik daripada orang yang  berbuat benar kemudian menyombongkan dirinya&lt;br /&gt;(Nabi Suci Muhammad SAW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1624481374214074175-2134531568898543220?l=iswandichaniago.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/feeds/2134531568898543220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1624481374214074175&amp;postID=2134531568898543220&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624481374214074175/posts/default/2134531568898543220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624481374214074175/posts/default/2134531568898543220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/2009/05/kecil-dan-besar-hanya-ada-dalam-pikiran.html' title='KeCiL DaN BeSaR HaNYa aDa DaLaM PiKiRaN'/><author><name>Iswandi Chaniago</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16091217729535360880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_1TZe_4-usMI/ShHh6lyftwI/AAAAAAAAAAM/_dbvPUwHq1M/S220/wandi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1624481374214074175.post-215945976759291412</id><published>2009-05-20T12:26:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T12:28:51.851-07:00</updated><title type='text'>JiKa NaBi SuCi DaTaNG Ke RuMaHMu</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Jika Nabi Muhammad datang ke rumahmu, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;tanpa khabar sebelumnya.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Apakah yang akan kamu lakukan untuknya  ???&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Apakah kamu akan sembunyikan buku duniamu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Lalu kamu keluarkan kitab Hadits dari rak bukumu dengan cepat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Atau kamu akan sembunyikan majalah majalahmu, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dan kamu hiasi mejamu dengan Al-Qur-an yang sudah berdebu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Akankah masih kamu saksikan film XXX di TV ?  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Atau kamu cepat matikan sebelum Sang Nabi melihatnya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Maukah kamu ajak Sang Nabi mengunjungi tempat yang biasa kamu kunjungi ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Atau dengan cepat kamu ganti rencanamu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Akankah kamu bahagia jika Nabi memperpanjang kunjungannya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Atau malah tersiksa karena banyak yang harus kamu sembunyikan darinya ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Jika Nabi ingin menyaksikan, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Akankah kamu tetap mengerjakan pekerjaan sehari hari yang biasa kamu lakukan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Akankah kamu berkata kata seperti yang sehari hari kamu katakan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Akankah kamu jalankan sewajarnya hidupmu seperti ketika Nabi tidak ada di rumahmu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sangatlah menarik untuk tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Apakah yang akan kamu lakukan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Jika Sang Nabi Suci tiba tiba mengetuk pintu rumahmu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;Setidak nya kamu bisa bayangkan,danpikirkan hal ini....!!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1624481374214074175-215945976759291412?l=iswandichaniago.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/feeds/215945976759291412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1624481374214074175&amp;postID=215945976759291412&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624481374214074175/posts/default/215945976759291412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624481374214074175/posts/default/215945976759291412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/2009/05/jika-nabi-suci-datang-ke-rumahmu_20.html' title='JiKa NaBi SuCi DaTaNG Ke RuMaHMu'/><author><name>Iswandi Chaniago</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16091217729535360880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_1TZe_4-usMI/ShHh6lyftwI/AAAAAAAAAAM/_dbvPUwHq1M/S220/wandi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1624481374214074175.post-6553466296016641012</id><published>2009-05-19T15:57:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T11:49:01.675-07:00</updated><title type='text'>DIAM ADALAH EMAS</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;Pernahkah anda mengetahui kapan saatnya anda berbicara ?&lt;br /&gt;Itu adalah hal yang cukup mudah, akan tetapi mengetahui kapan anda harus diam adalah perkara lain.  Bibir tidak hanya berfungsi untuk dibuka, bibir juga berfungsi untuk dikatupkan.  Coba saja bayangkan, bagaimana bisa kita menyimak dengan baik, jika lidah kita senantiasa berkata kata.  Karena itu, cobalah untuk diam demi kejernihan pandangan anda.  Dengan demikian anda akan mampu menemukan kesadaran diri anda sendiri..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-family:trebuchet ms;font-size:130%;" class="fullpost"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda, bahwa sekali mulut dibuka, maka akan meluncurlah kata kata yang mungkin sebagian besar tidak anda inginkan, karenanya tidaklah mengherankan jika banyak manusia tergelincir oleh sebuah perkataan yang tidak semestinya terlontarkan.  Mungkin inilah yang dimaksudkan seorang bijak ketika mengatakan bahwa lidah bisa lebih tajam daripada mata pedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda, bahwa mutiara indah hanya akan tercipta, jika mulut sang kerang tertutup rapat, sekali mulutnya terbuka, maka pasir dan kotoran memenuhi cangkangnya.&lt;br /&gt;Tahukah anda, kebijaksanaan kadang tertutup rapat pada diamnya orang orang bijak, untuk membukanya anda membutuhkan usaha sepenuh tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam memang bisa berarti emas, akan tetapi ingatlah, bahwa diamnya orang orang baik bisa menjadi dosa, ketika dengan kediamannya maka kerusakan semakin merajalela, pada saat itu anda sebagai orang baik sudah seharusnya membuka mulut anda dan tidak hanya diam !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PaDa TiTiK iNi DiaM BuKaNLaH eMaS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aKaN TeTaPi SeBuaH KePeNGeCuTaN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1624481374214074175-6553466296016641012?l=iswandichaniago.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/feeds/6553466296016641012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1624481374214074175&amp;postID=6553466296016641012&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624481374214074175/posts/default/6553466296016641012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624481374214074175/posts/default/6553466296016641012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/2009/05/diam-adalah-emas.html' title='DIAM ADALAH EMAS'/><author><name>Iswandi Chaniago</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16091217729535360880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_1TZe_4-usMI/ShHh6lyftwI/AAAAAAAAAAM/_dbvPUwHq1M/S220/wandi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1624481374214074175.post-4250298487389727250</id><published>2009-05-19T15:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T15:54:08.056-07:00</updated><title type='text'>MASA SULIT HANYALAH SEMENTARA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Masa sulit kadang datang tanpa bisa dihindari, kesusahan yang membuat resah, kepedihan yg menimbulkan rasa gelisah, bahkan sampai lahir sebentuk keluh kesah.  Akan tetapi, pada saatnya, tiba juga kegembiraan, yang membuat hidup terasa nyaman, ringan dan terang.  Tanpa disadari bibir kita basah oleh senyuman.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, kesedihan, kekecewaan, kegembiraan, keriangan, dan emosi emosi lainnya hanyalah sementara.  Sebagaimana malam datang, sesaat kemudian disingkirkan siang.  Semuanya datang silih berganti, tanpa dapat di nantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu dipahami adalah kesementaraan ini, kesementaraan menunjukkan bahwa emosi emosi tersebut bukanlah milik kita, ia hanyalah sebuah tawaran yang menuntun tindakan dan sikap kita.  Ia bukanlah kita, saat gembira, pahamilah kegembiraan itu, saat sedih maka pahamilah kesedihan itu.  Saat kita sepenuh kesadaran memahami emosi kita, maka saat itulah kita bersentuhan dengan jiwa tenang milik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kata bijak mengatakan : “anda tidak dapat mengendalikan tindakan orang lain terhadap diri anda, tetapi anda sepenuhnya bisa mengendalikan respon mental terhadap tindakan tersebut”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1624481374214074175-4250298487389727250?l=iswandichaniago.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/feeds/4250298487389727250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1624481374214074175&amp;postID=4250298487389727250&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624481374214074175/posts/default/4250298487389727250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624481374214074175/posts/default/4250298487389727250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/2009/05/masa-sulit-hanyalah-sementara.html' title='MASA SULIT HANYALAH SEMENTARA'/><author><name>Iswandi Chaniago</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16091217729535360880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_1TZe_4-usMI/ShHh6lyftwI/AAAAAAAAAAM/_dbvPUwHq1M/S220/wandi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1624481374214074175.post-6145647530636489933</id><published>2009-05-19T14:32:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T15:26:02.173-07:00</updated><title type='text'>UKHUWAH  ISLAMYAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;Ukhuwah adalah kekuatan Iman yang melahirkan perasaan mahabbah, kemuliaan, kasih sayang, dan rasa saling percaya sesame yang terikat dengan aqidah. Dari ukhuwah inilah lahir keutamaan dan keikhlasan untuk saling menolong, mengutamakan, kesetiaan, dan sikap utama lainnya. Lahirnya sikap ini adalah karunia Ilahi yang dituangkan Alloh ke dalam sanubari setiap mu'min yang ikhlas. Tidaklah akan lahir sikap ini dari hanya sekedar keadaan senasib, bahkan sikap seperti ini tidak akan bisa di beli dengan nilai materi berapapun banyaknya "seandainya engkau belanjakan apa yang ada di langit dan di bumi semuanya, tidaklah bisa engkau mempersatukan antara hati mereka, tetapi ALloh lah yang mempersatukan hati hati mereka" (8:63).&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwah Islamiyah adalah satu perkataan yang sangat mudah diucapkan, akan tetapi teramat sulit untuk bisa terwujudkan. Kalimat tersebut seolah menjadi suatu slogan yang realisasinya tidak nampak terlihat. Betapa sering kita melihat sekelompok umat yang menyatakan dirinya muslim. Padahal kalau kita mau sedikit arif, betapa pentingnya ukhuwah ini terwujud, karena tidaklah mungkin akan muncul satu khuwah (kekuatan) jika tidak ada ukhuwah. Begitu pentingnya nilai ukhuwah ini, sehingga di zaman Rasulullah SAW merupakan salah satu pilar penyangga perjuangan Islam. Di Mekkah maupun di Madinah Rasulullah SAW mempersaudarakan para sahabatnya satu sama lain. Bahkan antara Muhajirin dan Anshar yang dipersaudarakan oleh Rasulullah SAW tumbuh satu sikap yang lebih mementingkan saudaranya tinimbang dirinya sendiri. Banyak riwayat yang menceritakan bagaimana dikalangan para sahabat tercipta kondisi seperti ini, ada seorang anshar yang bersedia menyerahkan sebahagian harta dan lahan usahanya kepada Abdurrahman bin Auf. Pemberian tersebut ditolaknya, Abdurraman bin Auf hanya minta ditunjukkan pasar dimana dia bisa berusaha. Dalam perang Yarmurk diriwayatkan bagaimana tiga orang pasukan Islam menemui syahid dikarenakan lebih mementingkan sahabatnya yang lain untuk mendapat pertolonggan daripada dirinya sendiri, gambaran di atas menunjukkan sebagaimana ayat yang mengatakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"sesungguhnya orang mu'min itu bersaudara"&lt;/span&gt; (49:10) terwujud. Ungkapan Rasul yang mulia bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tidaklah dikatakan seorang muslim yang belum memberikan kesetian kepada muslim lainnya" &lt;/span&gt;tercipta. Fenomena diatas adalah peristiwa di zaman permulaan Islam. Jika kita sekarang mencoba menjadikan cermin, maka akan nampak bahwa umat Islam di Indonesia bukanlah ummatan wahidah, sebaliknya umat Islam di Indonesia adalah umat yang "kamu lihat mereka bersatu, padahal hati mereka berpecah belah" (51:14). Riwayat Islam di Indonesia adalah riwayat Islam yang terpecah belah, sebahagian memandang Islam sebai alternatif sedang yang lain memandang sebagai suplemen. Kalangan tradisionalis dengan modernis, moderat fundamentalis, dan lain sebagainya. Dari kalangan umat sendiri muncul beragam analisa mengenai penyebab terjadinya perpecahan ini. Sebahagian memandang penyebabnya adalah fiqh, pendidikan, latar belakang keagamaan, kepentingan politik, dan upaya dari luar. Penilaian tersebut pada akhirnya tidak menjernihkan masalah, malah menimbulkan perpecahan yang semakin jauh. Tulisan ini bermaksud melacak penyebab terjadinya perpecahan tersebut pada sebab tunggal, yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;definisi situasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Definisi Situasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Definisi situasi menunjukkan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; persepsi seseorang dan penafsirannya tentang konfigurasi faktor-faktor sosial yang terjadi pada waktu-waktu tertentu .&lt;/span&gt; Seperti lazimnya ilmu-ilmu sosial, pengertian dari definisi situasi pada dasarnya lebih sederhana dari apa yang kita kemukakan. Dalam keseharian kita berhadapan dengan faktor-faktor sosial yang mempengaruhi kita. Seorang muslim militan menemukan kata jihad, kemudian memberikan makna sebagai wujud perjuangan untuk menghancurkan kedzaliman. Muslim yang lain memandangnya sebagai wujud perjuangan menaklukan hawa nafsu&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;. Factor sosial tersebut disebut situasi, dan makna yang diberikan tersebut disebut definisi situasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam AL-Qur'an bisa ditemukan beberapa ayat yang menggunakan kata-kata tahkumun yang diartikan "keputusan". Kata tahkumun sendiri dapat berarti mengambil keputusan, memberikan penilaian, mengeluarkan pendapat, menetapkan norma, memerintah, memiliki kekuasaan, dan mengendalikan. Semuanya merupakan penjabaran dari definisi situasi, karena jika melakukan definisi situasi maka pada saat yang sama kita akan memberikan penilaian, menjatuhkan vonis, menetapkan norma, dan mengendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu peristiwa atau konsep akan menimbulkan peri laku dan sikap yang berbeda jika di definisi situsikan berbeda. Merupakan satu hal yang tidak bisa dihindarkan bahwa manusia tidaklah akan mendefinisikan segala sesuatu dengan sama. Pemberian makna yang sepenuhnya sama tidaklah akan ada. Akan tetapi interaksi sosial akan terjadi jika di anggota masyarakat terjadi kesatuan definisi untuk situasi tertentu. Akan tumbuh saling pengertian diantara sesama jika memiliki peta kognitif yang sama untuk faktor-faktor sosial yang mempengaruhinya. Dalam kaitan dengan tema pembahasan diatas, akan tumbuh satu sikap ukhuwah jika memiliki definisi yang sama mengenai faktor-faktor pembentuk umat Islam. Penafsiran ini tidak perlu persis sama akan tetapi secara keseluruhan menunjukkan kesamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor pembentuk umat Islam secara umum ada tiga, yaitu : Umat Islam, Pemimpin Islam, dan Syari'at Islam. Dalam ketiga faktor inilah umat harus memiliki kesamaan dalam pendefinisiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Umat Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Perbedaan dalam mendefinisikan umat Islam akan mengaburkan pemikiran dan mengacaukan pengambilan keputusan. Seorang penulis barat menyebutkan "Umat Islam di Indonesia lemah secara politik, akan tetapi kuat secara kultural". Ungkapan tersebut muncul akibat dua definisi, yang pertama dari kacamata ideologi, yang kedua dari kacamata ritual. Ada yang heran mengapa partai Islam tidak pernah memperoleh suara mayoritas dalam pemilu, saat itu dia mengacaukan nominal dengan idiologikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerancuan ini juga menyebabkan terjadinya perbedaan dalam menjalankan strategi perjuangan. Kelompok yang cenderung kepada pendefinisian secara nominal cenderung mengambil jalan kompromistis dalam perjuangannya. Sedangkan kelompok yang mendefinisikan umat Islam dari kacamata idiologi cenderung mengambil langkah non-kompromis dan revolusioner. Dalam sejarah perjuangan Indonesia, nampak bagaimana satu partai Islam berjuang dengan satu sikap non-kompromis yang tegar (diantara mereka ada yang menyebutkan mengambil pola hijrah). Dilain pihak ada partai Islam yang berjuang dengan sikap kompromis yang kental, bahkan dalam satu jalinan kerjasama dengan kalangan nasionalis dan komunispun dipandang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gambaran di atas tulisan ini sampai kepada kepentingan kedua yang harus dibahas yaitu definisi tentang pemimpin Islam. Hal ini disebabkan masalah definisi adalah masalah persepsi, yang dalam ushul fiqh disebut dengan istilah ijtihad. Jika berbicara mengenai ijtihad yang harus diikuti, berarti berbicara mengenai pemimpin Islam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pemimpin Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dalam Islam, pembicaraan mengenai pemimpin artinya berbicara mengenai imamah dan pembicaraan mengenai imamah tidaklah akan lepas dari bicara mengenai jama'ah. Dalam Islam kepatuhan kepada pemimpin Islam merupakan kewajiban ketiga setelah kewajiban patuh kepada Alloh dan Rasulullah (4:59). Endang Saefuddin Anshari dalam Piagam Jakarta membedakan antara pemimpin muslim Nasionalis Sekuler dan pemimpin Nasionalis Islami. Dengan istilah ini ada satu usaha untuk mengatasi kemelut mengenai definisi pemimpin Islam. Apakah Soekarno, Hatta, Moh Yamin, dan Ahmad Soebardjo bisa di sebut pemimpin Islam. Jika bisa, apakah pengertiannya sama dengan pemimpin Islam semisal Tjokroaminoto, Agus Salim, Abikusno. Apakah Mu'awiyah sama dengan Imam 'Ali, ataukah Yazid disamakan dengan Husein, dalam konteks lembaga Majlis Ulama dengan Majlis Syuro ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa syarat pemimpin Islam adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'abid, zahid, 'alim&lt;/span&gt; tentang ilmu ilmu akhirat dan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; faqih&lt;/span&gt; dalam mengatur urusan dunia, serta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mukhlis&lt;/span&gt; semata berharap keredhaan Alloh. Khomaeni, dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-hukumat&lt;/span&gt; mengatakan bahwa syarat pemimpin Islam adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fuqaha, 'adalah'&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kifa'ah&lt;/span&gt;. Dengan makna yang kurang lebih sama dengan yang diungkapkan Al-Ghazali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, masalah definisi adalah masalah persepsi, dan karena itu harus disamakan terlebih dahulu apakah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; imamah&lt;/span&gt; dan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; jama'ah&lt;/span&gt; termasuk ke dalam cakupan syari'at Islam ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Syari'at Islam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Apa yang dimaksud dengan syari'at Islam dapat dilihat pada sumber sumber rujukan Islam. Tetapi definisi yang diberikan ummat tidaklah selalu sama dengan apa yang terdapat dalam kitab kitab rujukan tersebut. Sebahagian memandang syari'at Islam hanyalah mencakup aspek ubudiyah belaka, sehingga diantara mereka cenderung menjadikan ubudiyah dalam makna ritual sebagai ukuran keshalehan. Bahkan lebih dari itu ummat bisa terpecah hanya karena perbedaan dalam masalah sunat dalam shalat, yang merupakan masalah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; furu.&lt;/span&gt; Kenyataan ini menimbulkan fenomena yang menarik, dimana ada sebahagian ummat yang rela bersitegang dan bertengkar karena masalah tersebut dengan alasan bid'ah. Pada saat yang sama mereka tenang melakukan bid'ah dalam urusan ekonomi, budaya dan politik. Sayyid Qutb pernah mengatakan setiap saat kita bertengkar tentang masalah furu, maka pada saat yang sama satu demi satu sektor kehidupan ummat Islam dikuasai dan dikendalikan oleh musuh musuh Islam. Situasi ini jelas sangat mengherankan, padahal al-Qur'an lebih banyak membicarakan aspek sosial tinimbang aspek ritual. Dari pendefinisian ini juga menimbulkan dampak sekulerisasi, seorang ulama menjadi sekuler ketika dia mengatakan bahwa masalah ubudiyah menjadi tanggung jawab ulama, sedangkan masalah kehidupan masyarakat menjadi tanggung jawab umara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebahagian ummat mendefinisikan masalah syari'at sebagai satu bentuk kehidupan manusia dan aturan hidup manusia yang bersifat utuh dan menyeluruh. Istilah yang sering di dengar adalah Islam sebagai&lt;span style="font-style: italic;"&gt; way of life.&lt;/span&gt; Dalam definisi itu syari'at Islam dipandang sebagai satu sistem pemberlakuan aturan Alloh yang membutuhkan kelengkapan lain utnuk melaksanakannya. Al-Ghazali menegaskan tidaklah dikatakan seorang muslim sebelum menyerahkan hidup dan kehidupannya di atur oleh Islam. Dengan definisi itu mereka tidak akan puas jika pelaksanaan Islam hanya menyangkut aspek ubudiyah dan personal belaka. Perjuangan Islam menjadi satu perjalanan panjang untuk menerapkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Dalam konteks inilah pembahasan mengenai&lt;span style="font-style: italic;"&gt; imamah&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jama'ah&lt;/span&gt; menemui nilai urgensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tulisan ini tidak bermaksud menggurui, sehingga lebih bersifat ajakan untuk bersama sama mencoba menyamakan persepsi mengenai faktor faktor pembentuk ummat Islam di atas. Tentu dengan suatu keyakinan bahwa penyamaan persepsi tersebut akan mampu menghantarkan ummat kepada munculnya ukhuwah. Langkah tersebut ada dalam ruang lingkup pemikiran dan kejiwaan, sehingga aktifitas kajian yang mampu melahirkan perubahan konseptual menjadi penting. Bahkan sebuah revolusi fisik hanyalah akan terjadi setelah melalui revolusi konseptual. Islam sendiri mempercayai, bahwa perubahan masyarakat di awali dengan perubahan ruhani dari masyarakat tersebut . &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga kaum tersebut mengubah apa yang ada pada jiwanya"&lt;/span&gt; (13:11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks inilah, sebuah keterangan menjadi relevan, ketika diungkapkan bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"tidak akan ada quwah tanpa adanya ukhuwah, dan tidaklah akan ada ukhuwah tanpa adanya tazkiyah". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat makna dalam ayat di atas (13:11) maka bisa diartikan bahwa perubahan ruhani yang dimaksud adalah pensucian perangkat perangkat jiwa manusia, yang dengan itulah maka akan terhantarkan ummat kepada adanya ukhuwah diantara sesama mukmin.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Wallahu'alam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1624481374214074175-6145647530636489933?l=iswandichaniago.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/feeds/6145647530636489933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1624481374214074175&amp;postID=6145647530636489933&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624481374214074175/posts/default/6145647530636489933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624481374214074175/posts/default/6145647530636489933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iswandichaniago.blogspot.com/2009/05/ukhuwah-islamiyah.html' title='UKHUWAH  ISLAMYAH'/><author><name>Iswandi Chaniago</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16091217729535360880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_1TZe_4-usMI/ShHh6lyftwI/AAAAAAAAAAM/_dbvPUwHq1M/S220/wandi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
